PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Pangulu Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Parsaoran Manik menjadi jijik akhirnya.
“Makana mamereng par Sat Narkoba magigi nuaeng (Makanya melihat orang Sat Narkoba jijik sekarang),” ucap Pangulu Mekar Bahalat, Parsaoran Manik kepada wartawan saat konfirmasi melalui seluler, Rabu (3/6/2026).
Pangulu, begitu karena Sat Narkoba Polres Simalungun diduga melepaskan tangkapan dari Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat, Jumat (22/5/2026).
“Unang tikki naeng penggerebekan, dipaima au. Dung marsonang-sonang halak i, lupa tu au (Jangan saat akan penggerebekan, ditunggu saya. Setelah bersenang-senang, lupa kepada saya),” jelasnya.
Sebelumnya, tindakan personil Sat Narkoba Polres Simalungun disebut sudah beberapa kali gagal dan tanpa pengembangan. Lalu, setelah berhasil menangkap, justru dilepas.
“Sae songoni. Manang dipalua, manang dikahua, dang adong konfirmasi sian halak i (Selesai begitu saja. Entah dilepaskan, entah diapain, tidak ada konfirmasi dari orang itu),” sesal Pangulu.
Salah satu tangkapan dimaksud Pangulu Nagori Mekar Bahalat yang dilepas Sat Narkoba Polres Simalungun merupakan warganya, yakni Poltak Sinaga.
“Jala, dung mulak pe imana, dang hu dapot kabar na sian polres. Sian warga do (Kemudian, setelah pulang pun dia, kabarnya bukan dari polres saya dapat. Dari warga),” terangnya.
Sehingga, sejauh ini, tidak diketahui apa alasan Sat Narkoba Polres Simalungun melepaskan yang dianggap sepihak dan kurang transparan.
“Molo di paboa par Polres Simalungun contoh na ala dang adong barang bukti na ditakkap i, binoto ma mangalusi sukkun-sukkuni warga (Kalau diberitahu orang Polres Simalungun contohnya karena tidak ada barang bukti dari yang ditangkap itu, bisalah memberikan penjelasan pertanyaan warga,” paparnya.
Kekesalan Pangulu Nagori Mekar Bahalat, Parsaoran Manik juga karena pertanyaan demi pertanyaan warga terkait tangkapan yang dilepas sudah terlihat pulang.
“Jadi, disi do par kesal hu. Gabe warga do manukkun tu au. Ahama alus hu. Ibarat na mangallang keju pe halak i, dang binoto. Maaf, ibarat mangallang dodak pe, dang dipaboa (Jadi, di situnya kesal saya. Justru warga yang bertanya kepada saya. Apalah jawaban saya. Andai makan keju pun mereka tidak ada diberitahu. Maaf, ibarat makan dedak pun, tidak tau,” kata Pangulu.
Selain itu, bila pada moment berikutnya personil Sat Narkoba Polres Simalungun kembali datang, Parsaoran Manik selaku Pangulu Nagori Mekar Bahalat tidak akan mau lagi merespon.
“Hu paulak doi. Dang adong jelas sude i (Saya pulangkan itu. Tidak ada jelas semua itu),” kesal Pangulu seraya mengaku keberatannya juga lantaran namanya sebagai Pangulu Nagori Mekar Bahalat berubah, seharusnya Parsaoran Manik menjadi Yuda.
Sementara, Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Charles Nababan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (8/6/2026) sekitar jam 19.16 WIB tidak berbalas. (di)
















Discussion about this post