PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Kurang lebih 16 menit 20 detik wawancara maupun konfirmasi melalui seluler untuk perimbangan berita dengan satu dari dua tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Rambung Merah yang saling jambak, Jumat (19/6/2026).
Adalah, YN. Pengakuannya, peristiwa tersebut di dalam ruang kerja Kepala Puskesmas Rambung Merah, Sonang Saragih. Dan, terjadi saat pelayanan kesehatan masyarakat berlangsung, Rabu (17/6/2026).

“Iya, di ruang kapus, pak. Tapi, kan kalau lagi berantam, kita tidak tau dilihat atau tidak,” ungkap YN sembari menyebut IN yang duluan menjambak hingga meludahi.
Selain meludah, IN juga disebut menunjuk-nunjuk dari jarak yang dekat dan bersuara kuat. Lalu, YN mendekat dan menyarankan agar tidak seperti itu.
“Saya sudah tua, otomatis saya dekati. Di situ langsung diludahinya, suaranya kuat. Jadi, tidak ada menduluani dan tidak ada melalui tangan,” sebutnya.
Mulanya, antara IN dengan LS yang juga nakes di Puskesmas Rambung Merah, Jalan Guru Jason Saragih, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, berselisih paham.
“Dia buat laporan ke kapus, soal teman kami LS. Lalu, dipertanyakanlah laporannya itu untuk memperjelas. Karena, teman kami LS ini cuma makan sebentar setelah mengikuti apel pagi,” jelas YN.
Lalu, agar suara tidak terdengar oleh masyarakat di luar. Pintu ruang rapat ditutup. Karena, berdekatan dan mengarah ke ruang tunggu pasien.
“Makanya kami tutup, supaya tidak terdengar masyarakat. Karena kami sudah tau pak, sifat dia itu. Suaranya kuat kali, membabi buta dan melengking,” terang YN.
Selanjutnya, IN dikatakan membawa YN dan LS ke ruang Kepala Puskesmas Rambung Merah. “Dialah membawa kami dengan gaya tubuhnya yang sombong dan merasa berkuasa,” kata YN.
Kemudian, IN memperlihatkan handphonenya kepada Kepala Puskesmas Rambung Merah. “Saya bingung, aneh. Kok begini lantaran dekat dengan kapus,” ucap YN.
Lalu, suara IN seketika kuat dan melengking. Kemudian, YN menyampaikan, kau memang sumber penyakit di sini. Dan, pada akhirnya, IN kian membabi buta.
“Jadi ku bilang, kau yang sopan. Tadi kau di sana ditunjuk-tunjuk sama LS, tidak suka. Sekarang, kau menunjuk-nunjuk saya, sudah sopan, saya bilang. Lalu, suaranya kuat dan otomatis saya dekati. Karena, saya sudah tua. Setelah dekat, diludahinya. Itupun saya tidak ada lalu tangan,” beber YN sembari mengatakan wajar jika dirinya marah pada akhirnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Rambung Merah, Sonang Saragih dan IN ketika dikonfirmasi berulang kali melalui pesan singkat tidak berbalas. Dan, langsung melakukan pemblokiran Whatsapp.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Rambung Merah, Sonang Saragih melalui pesan singkat menyampaikan, gak ada, sudah ke luar tadi rapat, Kamis (19/6/2026).
“Maaf pak. Saya lagi rapat. Gak ada masalah di puskesmas pak, Semua baik-baik saja. Pelayanan juga berjalan dgn baik,” balasnya. (di)















Discussion about this post