PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Komisi II DPRD Simalungun curigai salah satu kios pengecer karena sedari dulu kerap memperoleh banyak pupuk subsidi.
“Dari mulai zaman Belanda sampai sekarang pupuknya banyak-banyak sekali,” ungkap anggota Komisi II, Histony Sijabat, Kamis (5/3/2026) sekitar jam 13.30 WIB.

Kecurigaan itu diungkap, Histony Sijabat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin, Maraden Sinaga dan dihadiri sejumlah distributor buntut langkanya pupuk.
“Sementara kios yang dekat, sama sekali tidak dapat. Sehingga, jadi jauh kali ke kelurahan membeli pupuk bersubsidi. Dan, kios yang jauh ini, ketika mengambil (pupuk) langsung ada yang istilah Wani Piro,” jelasnya.
Kecurigaan salah satu kios pengecer yang dicurigai selalu memperoleh banyak pupuk subsidi pernah disampaikan kepada, Carlos. Apakah ada kongkalikong?
“Tapi, waktu itu tidak ditanggapi,” beber Histony ke arah Kepala Bidang Pertanian dan Sarana Prasarana pada Dinas Pertanian Simalungun, Meri Damanik yang turut hadir pada RDP.
Adanya kecurigaan itu juga, masukan maupun saran diberikan kepada distributor agar memonitor pendistribusian pupuk subsidi.
“Di sana ada replanting Kebun Balimbingan dan Bah Jambi. Agar tidak morat marit nanti pupuk bersubsidi ini. Kita fokuskan kunjungan ke sana pimpinan. Kumpulkan kelompok tani dan kios,” tegas Histony. (di)















Discussion about this post