Pena 24 Jam
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • BERITA TERKINI
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • HUKUM
  • PERISTIWA
  • KRIMINAL
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAHRAGA
Pena 24 Jam
No Result
View All Result
Pena 24 Jam
JMSI
  • BERITA TERKINI
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • HUKUM
  • PERISTIWA
  • KRIMINAL
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAHRAGA
Home News Regional Simalungun
“Perlawanan” DPP PPABS, Sebut Tak Ada Tanah Adat di Simalungun

Ketua Bidang Hukum dan Litbang DPP PPABS, Hermanto Sipayung Saat Memperlihatkan Stanbol Kerajaan Tanah Jawa.

“Perlawanan” DPP PPABS, Sebut Tak Ada Tanah Adat di Simalungun

by Pena24jam.com
30/05/2024
in Simalungun
A A
https://asset.barak.id/2026/10/Video-4-Cek-Kesehatan-Gratis-1.mp4
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partumpuan Pemangku Adat Budaya Simalungun (PPABS) buat perlawanan terkait pengklaiman tanah adat di Kabupaten Simalungun.

Ketua Bidang Hukum dan Litbang DPP PPABS, Hermanto Sipayung menegaskan, tanah adat tidak ada di Kabupaten Simalungun.

ADVERTISEMENT

“Dari mana jalannya ada tanah adat di Simalungun. Tanah adat tidak ada di Simalungun. Kalaupun ada, ya tanah raja namanya. Jadi dulu, Dolok Parmonangan merupakan wilayah Kerajaan Tanah Jawa,” ucap Hermanto Sipayung kepada wartawan, Selasa (28/5/2024) sekitar jam 15.00 WIB.

Kata Hermanto, belum lama inI bertemu dengan salah satu keturunan (ahli waris) Raja Tanah Jawa ke 18 Tuan Djintar Sinaga, yakni, Arwansyah Sinaga.

Baca Juga

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Jumlah Pelanggan Tirta Lihou Diragukan, Bagaimana Bisa Bertambah Secepat Itu, dari 46 Ribu menjadi 50012?

Secara tegas Arwansyah mengatakan, Dolok Parmonangan dahulunya bernama “Parmanangan”. Dan, bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Tanah Jawa.

Sebagai bukti, sebut Hermanto, di masa kepemimpinan Djintar Sinaga, ada perjanjian antara Kerajaan Tanah Jawa dengan Belanda yang tertuang dalam “Acte van Concessie” pada tahun 1912.

Pada perjanjian itu, Raja Tanah Jawa memberikan izin pengelolaan lahan kepada Belanda. Tanah itu berupa lahan di wilayah Dolok Parmonangan (Parmanangan). “Itu membuktikan bahwa Belanda mengakui, kalau pemilik lahan adalah Raja Tanah Jawa,” tandasnya.

Perlu juga diingat, sebut Hermanto, di wilayah kerajaan-kerajaan Simalungun yang dikenal dengan “Raja Marpitu”, tidak mengenal istilah tanah adat/ulayat. Karena pemilik tanah di wilayah kerajaan Simalungun adalah raja.

“Adapun raja-raja di Simalungun itu adalah Raja Silou bermarga Purba Tambak, Raja Panei bermarga Purba Dasuha, Raja Purba bermarga Purba Pakpak, Raja Silimakuta bermarga Girsang, Raja Raya bermarga Saragih Garingging, Raja Siantar bermarga Damanik dan Raja Tanah Jawa bermarga Sinaga,” ujarnya.

Beranjak dari kondisi seperti itu, DPP PPABS pun menyurati Presiden RI, Komnas HAM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), dan lembaga negara terkait lainnya. Dengan harapan, penyelenggara negara maupun pemerintah, agar segera menuntaskan problem yang cukup mengganggu masyarakat etnis Simalungun.

Melalui suratnya, DPP PPABS meminta Komnas HAM ketika membahas persoalan tanah di Dolok Parmonangan, agar mengacu kepada kepemilikan tanah, adat dan sejarah Simalungun.

“Kami juga meminta Komnas HAM menjaga independensinya, dengan tidak hanya menggali informasi dari satu pihak. Melainkan, harus meminta informasi dan pendapat dari pemangku adat dan budaya Simalungun, serta ahli waris dari raja-raja Simalungun,” tutur advokad ini.

Lalu, DPP PPABS juga menyatakan, hingga saat ini, belum ada peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Simalungun tentang pengakuan terhadap masyarakat hukum adat.

Sehingga, ketika penetapan masyarakat hukum adat belum ada, maka ketentuan Pasal 67 ayat 2 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, serta Pasal 34 ayat 1 PP Nomo 33tahun 2021 tentang penyelenggaraan Kehutanan, tidak terpenuhi.

Pun demikian, jelas Hermanto, bila pun ada tanah adat/ulayat di Kabupaten Simalungun, selayaknya sebelumnya mendapatkan penetapan ahli waris raja-raja di Simalungun, maupun dari marga-marga Simalungun.

“Karena yang berhak menyatakan atau memiliki tanah adat di wilayah Simalungun adalah ahli waris raja,” katanya.

Beranjak dari hal itu, PPABS menetapkan kriteria untuk dapat disimpulkan memiliki tanah adat, yakni:

1. Memiliki Subjek, yang artinya , adanya masyarakat, aksara, bahasa, marga, tatanan kehidupan, ada tutur dan lainnya.

2. Memiliki Objek, yang artinya, adanya tanah, seperti parjalangan, tapian, tanah partuanon, galunggung dan lainnya.

3. Memiliki hubungan antar subjek dan objek.

4. Memiliki teritorial, garis keturunan, hubungan turunan darah, suku asli.

5. Adanya peraturan daerah (Perda) tentang masyarakat hukum adat dan tanah adat yang ditetapkan oleh pemerintah.

6. Tidak bisa dimiliki pribadi, harus dipergunakan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama dan dikuasai secara bersama-sama oleh masyarakat adat

7. Digunakan secara bersama-sama, untuk dikelola, bukan untuk dimiliki atau bukan untuk menjadi hak milik perorangan.

“Jadi apa landasan mereka menklaim tanah adat? Kami tegaskan lagi, tidak ada tanah adat di tanah Simalungun. Mari kita jaga Habonaron do Bona, ” pungkasnya. (tim)

Share14Tweet9SendShare

Berita Terkait

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

23/10/2026

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN - Dari tiap Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, dikutip uang. "Hitungannya Rp500/siswa....

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

22/10/2026

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Simalungun, Akbar Putra Siregar akan kembali berkoordinasi dengan Balai Besar Pengembangan...

Jumlah Pelanggan Tirta Lihou Diragukan, Bagaimana Bisa Bertambah Secepat Itu, dari 46 Ribu menjadi 50012?

Jumlah Pelanggan Tirta Lihou Diragukan, Bagaimana Bisa Bertambah Secepat Itu, dari 46 Ribu menjadi 50012?

20/10/2026

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN - Jumlah pelanggan Perumda Tirta Lihou yang bertambah dengan cepat memantik kecurigaan dan keraguan anggota DPRD Simalungun. "Bertambah...

Kenakalan Remaja, Pentingnya Peran Aktif Ortu dan Kawin Siri Menimbulkan Persoalan Hukum

Kenakalan Remaja, Pentingnya Peran Aktif Ortu dan Kawin Siri Menimbulkan Persoalan Hukum

18/10/2026

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN - Perkawinan siri yang tidak dicatatkan dapat menimbulkan persoalan hukum dan administrasi, mulai dari pembuktian status perkawinan, pemenuhan...

“Bar-Bar”, Rehab Gedung UPT Distan Simalungun Tanpa Konsultan

“Bar-Bar”, Rehab Gedung UPT Distan Simalungun Tanpa Konsultan

15/10/2026

PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN - Dinas Pertanian Simalungun bar-bar. Meski tanpa konsultan perencana dan pengawas,  rehabilitasi tetap dilaksanakan. "Kan ada juga dari APBD...

Discussion about this post

Terpopuler

  • Dapat Restu Memajukan Pematangsiantar, Freddy Alex Damanik Akan Bertarung di Pilkada

    Dapat Restu Memajukan Pematangsiantar, Freddy Alex Damanik Akan Bertarung di Pilkada

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Bupati Anton “Copot” Camat, Surat Perintah Penunjukan Plt Tanpa Barcode

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Siswa SMAN 1 Bandar di Perdagangan, “Dipaksa” Lunasi Biaya Bimbel

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Engsel Pintu Rusak, Pelayan Cafe Ditemukan Meninggal di Kamar

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Sukes Peserta Seleksi PPK dan Tekenan Kapus Tanah Jawa, Dipalsukan

    567 shares
    Share 227 Tweet 142

Berita Terkini

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

26/10/2026

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

23/10/2026

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

22/10/2026

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

22/10/2026

Disarankan

Bencana di Kampung Sendiri Dicuekin, KetuFrak Gerindra DPRD Simalungun: Apakah Harus Menjilat?

Bencana di Kampung Sendiri Dicuekin, KetuFrak Gerindra DPRD Simalungun: Apakah Harus Menjilat?

26/05/2026

Biaya Pembangunan 400 Juta, PAMSIMAS 2023 di Bangun Pane Tidak Berfungsi Lagi

Biaya Pembangunan 400 Juta, PAMSIMAS 2023 di Bangun Pane Tidak Berfungsi Lagi

26/05/2026

KMP Akan Dibangun di Plasma LonSum, Camat Supardi “Enggan” sebut Pihak Tertentu Pemanen Ubi

KMP Akan Dibangun di Plasma LonSum, Camat Supardi “Enggan” sebut Pihak Tertentu Pemanen Ubi

26/05/2026

Lurah Saribudolok Timbun Jalan Berlubang, Setidaknya Mengurangi Potensi Kecelakaan

Lurah Saribudolok Timbun Jalan Berlubang, Setidaknya Mengurangi Potensi Kecelakaan

26/05/2026

Berita Regional

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Oktober 26, 2026

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Oktober 23, 2026

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Oktober 22, 2026

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

Oktober 22, 2026

Berita Nasional

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Oktober 26, 2026

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Oktober 23, 2026

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Oktober 22, 2026

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

Oktober 22, 2026

Berita Dunia

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Oktober 26, 2026

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Rekonsiliasi di Gunung Malela dan Pematang Sidamanik, “Dikutip 100 Ribu/Kepsek”

Oktober 23, 2026

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Provider “Nakal”, Dinas Kominfo Simalungun Akan Berkoordinasi ke Komdigi

Oktober 22, 2026

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

LIhat!! Tatapan dan Senyuman Pelaku Narkoba di Polsek Dobana

Oktober 22, 2026

  • Redaksi
  • Visi – Misi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

©2021-2024 Pena24jam.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • BERITA TERKINI
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • HUKUM
  • PERISTIWA
  • KRIMINAL
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAHRAGA

©2021-2024 Pena24jam.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus