PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Melalui pesan singkat saat dikonfirmasi terkait kekurangan buku paket murid. Kepala SD Negeri 091274 Sahkuda, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, terkesan berang.
“Siapa yang infokan sama bapak? Terus buku bacaan di kelas berapa?” tanya Kasek, Esni Dongmaita Magdalena Saragih, Sabtu (4/4/2026) sekitar jam 20.18 WIB.

Kemudian, tanpa menyebut guru yang dimaksud. Esni meminta tolong agar menyampaikan kepada guru yang mengadukan, jangan asal mengadu sesuatu ke wartawan agar ada pemberitaan.
“Kalau tidak tau alur penyaluran dana bos. Seharusnya guru tersebut menanyakan kepada saya pak, kenapa buku belum datang,” balasnya.
Pengakuannya, dirinya sebagai Plt Kepala SD Negeri 091274 Sahkuda sejak Oktober 2025. Dan, sudah menanyakan ke semua guru tanpa kecuali serta memesan kekurangan buku.
“Tapi karena dana bos belum boleh disalurkan, maka belum boleh diajukan siplah utk kekurangan buku. Nanti saya tanya sama guru kelas 1 B ya pak. Apa memang benar dia mengadu ke bapak,” balas Kasek lagi.
Sementara, seorang tenaga pengajar beberapa kali dan teranyar mengungkapkan melalui pesan singkat, Selasa (7/4/2026) sekitar jam 11.00 WIB, karena kekurangan, sejumlah murid yang duduk di bangku kelas I A, I B, II A dan V terpaksa kongsi buku paket. Bahkan, ada yang memilih beli dari online.
“Sempat kongsi-kongsi. Kemudian, orangtua murid terpaksa ada beli dari online,” jelasnya seraya mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada kepala sekolah.
Namun, tindakan Esni Dongmaita Magdalena Saragih selaku kepala sekolah mengatasi kekurangan buku paket tersebut masih sebatas pengakuan.
“Katanya sudah dibelanjakan. Tapi, masak sampai sekarang belum datang juga buku paketnya sejak dilaporkan tahun lalu. Percuma ada dana BOS,” kesal tenaga pengajar ini.
Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikelola SD Negeri 091274 Sahkuda, kurang lebih sebesar Rp220 juta. Dan, jumlah murid sebanyak 245 orang. “Tiap tahunnya. Kalau tiap murid kelas I dana BOS-nya Rp225 ribu,” urainya.
Sejumlah murid kelas I B yang tidak mendapat buku paket dan terpaksa beli online akibat kekurangan. Yakni, QDR, AIS dan ZHR. “Jenis buku paketnya yang kurang, Bahasa Indonesia, Agama dan Matematika,” terangnya.
Selain itu, murid kelas I A yang belum memiliki buku paket PJOK. Yakni, TK, PR, AR, AJ, PT, EDW, SRL, DB, AKL. “Kalau kelas II A muridnya inisial PIR, ASK,” sebutnya.
Selanjutnya, murid kelas V yang tidak memilki buku bacaan mata pelajaran Bahasa Simalungun dan PJOK. Antara lain, ADB br P, KZ, FZN, LMBK. (di)















Discussion about this post