PENA24JAM.COM, PEMATANG SIANTAR – Penikaman terhadap, Andi Perwira hingga akhirnya meninggal di RS Vita Insani, Jalan Merdeka, Kota Pematang Siantar, ternyata karena hal sepele.
Yakni, dipicu ucapan kotor dan cipratan minuman saat, Andi Perwira (korban) mengangkat botol ke atas. Hingga terkena wajah, Roy Ganda Nasution (tersangka) dan pengunjung di sekitarnya.

Terungkap pada rekonstruksi sebanyak 10 adegan yang digelar Unit Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Sat Reskrim Polres Pematang Siantar langsung di Lotta Drink, Jalan Kartini Bawah, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (2/4/2026) sekitar jam 10.00 WIB.

Diketahui, pasca peristiwa berdarah tersebut terjadi, Jumat (16/1/2026) sekitar jam 03.37 WIB. Police Line (garis polisi) warna kuning dipasang di Lotta Drink.
Mulanya, Dirli Alparis Damanik yang lebih dulu sampai di Lotta Drink bercerita kepada Andi Perwira dan Rizki Fadli Arjuna (saksi), jika satu dari lima belas orang baru datang pernah memukul dirinya.
Lalu, Rizki Fadli Arjuna (saksi) mendekati satu dari lima belas orang tersebut. Yang belakangan didapat informasi bernama Dion (daftar pencarian saksi).
Setelah ditanyai, Lae ada semalam memukuli kawan ku?” tanya Rizki Fadli Arjuna. Dan, dijawab oleh Dion, gak ada,” jawabnya sembari kembali bertanya, yang mana?
Dari situ, mulai terjadi perdebatan antara, Rizki Fadli Arjuna dengan beberapa teman dari, Dion. Lalu, Andi Perwira dan Dirli Alparis Damanik berjalan ke arah pintu ke luar.
Selanjutnya, sekitar jam 03.30 WIB. Victor Sitohang (tersangka), Amos Frisandi Damanik (saksi), Aidil Irsyad Nasution tiba di Cafe Lotta Drink. Dan, mendengar perkataan Andi Perwira.
“Udalah, Kalau Mau Ribut Jangan Di sini, Diamlah Kalian Wehh, Karena Minuman Ini Kalian Ribut Konxxx,” kata korban kala itu sembari mengangkat sebuah botol yang masih berisi minuman ke atas. Hingga terkena wajah, Roy Ganda Nasution.
Kemudian, karena pertengkaran itu. Rizki Fadli Damanik mengajak, Andi Perwira kembali masuk ke dalam Cafe Lotta Drink dan menuju meja 45, lalu duduk di bangku.
Namun, karena tidak terima atas ucapan kotor. Roy Ganda Nasution dan Victor Sitohang menemui, Andi Perwira ke meja 45. “Kurang-kurangi nada mu bicara bang,” ucap Roy dan Victor.
Selanjutnya, Andi Perwira balik bertanya, kenapa rupanya konxxx? ” tanya korban. Seketika, Roy Ganda Nasution menggunakan tangan kirinya menumbuk bagian kepala, Andi Perwira sebanyak satu kali.
Usai melakukan pemukulan, Roy Ganda Nasution mundur. Sedangkan, Victor Sitohang menumbuk wajah, Andi Perwira. Hingga kemudian terjadi pengeroyokan terhadap, Andi Perwira.
Dan, pada saat itu juga. Victor Sitohang mengeluarkan sebilah pisau dari kantung jacketnya. Kemudian, menusuk dada sebelah kiri, Andi Perwira sebanyak satu kali.
Setelah penusukan, Victor Sitohang bersama teman-temannya melarikan diri dari Cafe Lotta Drink. Lalu, Andi Perwira yang telah berlumur darah berupaya berjalan ke arah kasir. Kemudian, terjatuh ke lantai.
Melihat itu, Andi Perwira dibawa oleh Garen Salomo Barus dan Dirli Alparis Damanik ke RS Vita Insani menaiki mobil untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di IGD (Instalasi Gawat Darurat), Andi Perwira dinyatakan meninggal. (di)















Discussion about this post