PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Semula sempat memastikan lahan PTPN IV Kebun Bah Jambi yang dipinjam pakaikan ada kontribusinya dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
“Pastinya ada,” balas Vincent Arbi selaku APK PTPN IV Palm co Regional II Unit Kebun Bah Jambi ketika dikonfirmasi sebelumnya, Selasa (10/2/2026) sekitar jam 16.59 WIB.

Belakangan, usai ditanya berapa rupiah (kontribusi)? Vincent mengatakan, bukan dalam bentuk rupiah Tapi, menjaga lahan yang dipinjam pakai untuk ketahanan pangan dan satu kali panen.
“Mereka turut menjaga tanaman kita juga yg baru direplanting dari serangan hama ternak pak. Kontraknya dari kandir sejak 2025, di Afdeling 5 dan 8,” jelasnya seraya menegaskan menejement tidak bisa menghibahkan lahan.
Selain itu, Vincent terkejut usai dikirimi sebuah tangkapan layar Informasi Umum Desa yang tertera biaya sewa lahan sebesar Rp21 juta/2 tahun.
“Waduh Wkwkwk. Kalau utk ini, silahkan konfirmasi ke polsek pak. Krn kita kerjasama ke polsek pak. Polsek yg memberdayakan masyarakat utk mengelola pak. Tidak ada biaya sewa menyewa di sana pak,” tegasnya.
Sementara, Pangulu Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Jumawan mengungkapkan, pinjam pakai lahan diperoleh dari vendor (pihak ketiga) yang kala itu melakukan replanting.
“Dari vendor. Waktu ada replanting tanaman sawit Kebun Bah Jambi,” terang Pangulu sembari mengaku jagung yang ditanam belum panen,” jelasnya saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (13/2/2026) sekitar iam 20.12 WIB.
Soal biaya sewa lahan, Jumawan bilang tidak ada. Meski pada Informasi Umum Desa tertera sebesar Rp21 juta/2 tahun dan BUMDes atas nama, Baja Keras.
“Itu untuk yang di kampung, ada juga lahan ketapang ditanami jagung,” terangnya sembari dana penyertaan modal ke BUMDes ratusan juta untuk sejumlah kegiatan hanpang. (di)















Discussion about this post