PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Ari Simamora selaku Pelaksana dari perbaikan Jalan Siantar-Tanah Jawa tepatnya Titi Maningkring, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, berdalih alat berat jenis pibro yang digunakan memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) industri.
“Industri lae,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui belum lama ini di lokasi perbaikan sembari memperhatikan pengisian BBM ke dalam tangki pibro dilakukan operator.

Namun, saat ditanya, jika BBM yang digunakan merupakan industri, apakah ada DO (Delivery Order)? Ari justru mengaku BBM tersebut diambil dari rekannya yang sedang melakukan perbaikan jalan menuju Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean.
“Dijemput dari Partuahan dibawa ke sini, punya kawan di sana lagi perbaikan jalan provinsi juga yang menuju Tigaras,” elaknya yang sempat enggan menyebut namanya usai identitas wartawan.
Selain itu, mixer (molen) atau mesin pengaduk yang diletakan di lokasi kegiatan diduga formalitas semata. Amatan saat di lokasi, mixer tersebut ternyata tanpa mesin.
“Gak ada mesinnya, cuma formalitas saja diletakkan di situ,” kata empat pekerja pembuatan TPT, dua di antaranya mengaku bermarga Sembiring dan Ginting.
Sehingga, adukan semen dan pasir yang digunakan untuk pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) dilakukan secara manual. Bahkan, ada pekerja yang belum menerima upah.
“Upah kami pun ada yang belum dibayarkan. Dan, buat beli minyak betor (becak bermotor) untuk mengangkut material pun tidak ada uang,” ungkap keempat pekerja seraya menyebut seseorang bermarga Silalahi yang mengajak untuk bekerja.
Sementara, Kepala UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Pematangsiantar saat ini dijabat oleh Willi Mangisi Turnip saat dikonfirmasi melalui seluler dan pesan singkat tidak menjawab. (di)















Discussion about this post