PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pertanian daerah melalui pelaksanaan berbagai kegiatan strategis.
Langkah tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, penyaluran alat mesin pertanian, hingga penyediaan sarana produksi bagi para petani.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, SP, MSi, menjelaskan hal tersebut di ruang kerjanya, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, Simalungun merupakan salah satu wilayah terluas di Sumatera Utara, dengan sekitar 60 persen masyarakatnya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Oleh karena itu, pemkab menunjukkan komitmen penuh untuk membantu para petani meningkatkan hasil produksi. “Kami terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Jenri.
*Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Berbagai kegiatan telah dilaksanakan*
Di bidang infrastruktur, Dinas Pertanian telah melaksanakan pembangunan dan meningkatkan jalan usaha tani di 38 titik lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Pembangunan ini bertujuan memperlancar mobilitas petani, meningkatkan efisiensi kegiatan usahatani, serta memperlancar mengangkut hasil panen.

Selain itu, dilakukan pula pembangunan saluran irigasi tersier di sejumlah titik lokasi guna melancarkan aliran air ke lahan pertanian, serta pembangunan sumur bor di 12 titik langkah ini sangat membantu, terutama bagi wilayah yang mengalami keterbatasan air atau saat musim kemarau.
*Penyaluran Alat Mesin Pertanian Bantu Produktivitas*
Untuk mempermudah petani dalam mengolah lahan dan memanen hasil pertanian, Dinas Pertanian menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), antara lain: 30 unit hand traktor, 2 unit traktor besar roda 4, 30 unit sheller mobile (mesin pemipil jagung) dan 20 unit kultivator untuk menggempur lahan pertanian.
“Alat-alat ini diberikan berdasarkan usulan yang diajukan kelompok tani kepada pemerintah untuk di lakukan verifikasi. Kami mengimbau kepada seluruh petani agar terdaftar dalam kelompok tani agar dapat memperoleh manfaat program ini,” tegas Jenri.

Pemkab Simalungun juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengawasan dari instansi terkait, guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran pembangunan serta penyaluran bantuan. Selain alsintan, Dinas Pertanian juga menyalurkan bantuan benih unggul dan pupuk bersubsidi kepada para petani.
*Jaminan Penyerapan Hasil Panen*
Lebih lanjut, Jenri menjelaskan bahwa Pemkab Simalungun juga berperan dalam membantu penyerapan hasil produksi pertanian masyarakat. Saat ini, komoditas utama yang mendapat jaminan penyerapan adalah padi dan jagung melalui kerja sama dengan Bulog.
“Harga padi dan jagung disesuaikan dengan harga pasar dengan ketentuan yang berlaku, misalnya kadar air yang telah ditetapkan. Pemerintah siap menampung hasil panen kedua komoditas ini sebanyak apapun,” jelasnya. Sementara untuk komoditas lainnya, harga mengikuti perkembangan pasar yang berlaku.

Dengan berbagai program tersebut, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Simalungun terus meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan ketahanan pangan di daerah maupun nasional semakin kokoh. (ADV Pemkab Simalungun)















Discussion about this post