PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus berkomitmen memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda melalui program Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja (Usekrem).
Langkah nyata ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan penyuluhan kesehatan yang dirangkai dengan pemberian tablet tambah darah bagi para siswa.


Program Usekrem bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Khusus pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dilakukan sebagai upaya pencegahan anemia yang kerap terjadi pada kelompok usia tersebut.
Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun menggelar kegiatan di SMAN 1 Raya. Sebanyak 635 remaja putri menerima tablet tambah darah. Kegiatan diperkaya dengan penyuluhan tentang bahaya merokok, bahaya pernikahan dini, serta risiko konsumsi makanan terlalu manis dan terlalu asin yang dapat memicu penyakit Gagal Ginjal Kronis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Evalinch Sigit bersama jajarannya hadir langsung memberikan edukasi kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa usia remaja adalah masa peralihan yang sangat istimewa dan menjadi fondasi utama kesehatan hingga ke masa dewasa.
“Kebiasaan yang dibentuk pada masa remaja akan menjadi pola yang bertahan lama. Sehingga, menjaga kesehatan di usia ini bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi paling berharga bagi masa depan,” ujarnya.
dr. Debora menjelaskan bahwa kesehatan tidak hanya menyangkut fisik, melainkan juga kesehatan mental dan emosional yang berkembang pesat di masa ini. Cara remaja mengelola perasaan, menghadapi tekanan, dan membangun hubungan akan membentuk kepribadian serta ketahanan diri di masa mendatang.

Ia juga menguraikan pilar utama menjaga kesehatan remaja:
– Gizi Seimbang — Pola makan yang baik membantu menjaga berat badan ideal, memperkuat daya tahan tubuh, dan mendukung fungsi otak agar tetap tajam. Kurangi makanan terlalu manis dan asin untuk mencegah risiko penyakit jangka panjang.
– Aktif Bergerak dan Olahraga — Olahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu meredakan stres, memperbaiki kualitas tidur, dan membangun rasa percaya diri.
– Tidur Cukup 8–10 Jam — Saat tidur, tubuh memperbaiki sel, mengatur hormon pertumbuhan, serta mengolah ingatan. Kurang tidur dapat menurunkan daya ingat, memicu emosi tidak stabil, dan melemahkan kekebalan tubuh.
– Jaga Kesehatan Mental — Belajar mengenali perasaan, berani berbicara dengan orang yang dipercaya, serta meluangkan waktu untuk hal yang disukai. “Jangan ragu mencari bantuan jika merasa cemas, sedih berkepanjangan, atau tidak bersemangat. Meminta bantuan bukan tanda lemah, melainkan tanda peduli pada diri sendiri,” tegasnya.
– Hindari Kebiasaan Berisiko — Remaja diingatkan untuk berani berkata “tidak” terhadap rokok, minuman beralkohol, maupun narkoba, karena hal tersebut dapat merusak perkembangan otak, paru-paru, jantung, menurunkan prestasi, serta merenggangkan hubungan dengan keluarga dan teman.
dr. Debora menutup dengan pesan bahwa setiap langkah kecil, makan sehat, tidur cukup, bergerak aktif, berpikir positif adalah pondasi bagi tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang tangguh di masa depan.
“Menjaga kesehatan di usia remaja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga wujud tanggung jawab kepada keluarga dan cita-cita yang sedang diperjuangkan. Sehat bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang dimulai dari sekarang,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis agar generasi muda Kabupaten Simalungun tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif menyongsong masa depan. (ADV Pemkab Simalungun)















Discussion about this post