PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Rupanya, CCTV (Closed Circuit Television) merekam “maling” sawit Kebun Unit Tonduhan, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, saat beraksi di Afdeling III.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 6 menit 18 detik, maling beraksi pada 14 Juni 2026 sekitar jam 22.38 WIB. Tampak dalam rekaman CCTV, jumlah terduga maling sawit berkisar 7 orang.

Namun, yang masuk ke dalam Kebun Unit Tonduhan berjumlah 4 orang berikut satu sepeda motor along-along warna hitam diduga merk Honda Supra.
Sementara, 3 orang lainnya duduk di tepi jalan, tak jauh dari persimpangan masuk ke Afdeling III dan parkir satu unit sepeda motor Vario hitam.
Tak lama berselang, sepeda motor along-along yang digunakan ke luar dari dalam Afdeling III dan mengangkut sejumlah TBS (Tandan Buah Sawit).
Kemudian, tiga orang lainnya, melansir TBS ke luar dari Afdeling III. Lalu, sepeda motor along-along kembali datang untuk selanjutnya mengeksekusi TBS.
Masih berdasarkan rekaman CCTV, mulanya para terduga maling berkumpul di tepi jalan. Beberapa di antaranya, memakai kaos lengan panjang warna hitam, kaos putih, tanpa baju, kaos hitam dan mengenakan celana treaning.
Terpisah, Dagar Gultom selaku Karyawan sekaligus Pelapor di Polsekta Tanah Jawa dan Menejer Kebun Unit Tonduhan, Andi Limbong yang kembali dikonfirmasi melalui seluler, Selasa (18/8/2026) sekitar jam 14.00 WIB, bungkam.
Diberitakan sebelumnya, teranyar, Tandan Buah Sawit (TBS) dari Afdeling III, Kebun Unit Tonduhan di Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, hilang pada Juli 2026.
“Berkisar 30 TBS,” kata seorang Karyawan Kebun Tonduhan inisial DG saat dikonfirmasi melalui seluler, Sabtu (15/8/2026) sekitar 19.30 WIB.
Hilangnya 30 TBS tersebut mengakibatkan kerugian sebesar Rp3.027.827 dan Rp1.211.130.36. “Sesuai komodil hasil timbangan,” terang DG.
Diketahui, hilangnya TBS sudah dilaporkan ke Polsekta Tanah Jawa tak lama setelah kejadian. Dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: 192/VII/2026/Polsek T Jawa/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara.
Hanya saja, sejauh ini penyidik belum berhasil mengungkap terduga pelaku. “Makanya masih berproses. Masih dalam penylidikan,” jelas DG seraya mengaku TBS sudah sering hilang diduga ulah para ninja yang beraksi di blok dalam afdeling.
Sebagai pelapor, yakni DG sekaligus penerima kuasa dari Kebun Unit Tonduhan. “Surat kuasa dari perusahaan dan perintah menejer harus dinaikan,” ucapnya.
Selain itu, penampung TBS hasil curian dari Kebun Unit Tonduhan juga belum terungkap. “Belum dapat, termasuk kereta (sepeda motor) anggota yang baru-baru ini dibakar,” bebernya.
Sementara, Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung akan mengecek laporan tersebut. “Saya cek dulu ya,” ucap Banuara mantan Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar. (di)















Discussion about this post