PENA24JAM.COM, PEMATANG SIANTAR – Dari siswa sisipan SMK Negeri 2 Siantar, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, diduga dikutip uang.
“Rp500/orang dikutip dari siswa sisipan di SMK Negeri 2 Siantar,” ungkap seorang tenaga pengajar seraya minta namanya dirahasiakan belum lama ini via pesan singkat.

Uang yang diduga dikutip dari siswa sisipan disetor melalui, Wasriati Sari Dewi sebagai Pembantu Kepala Sekolah (PKS) I setelah mendapat izin agar berkas calon siswa gagal dimasukan.
“Yang mengumumkan tetap provinsi. Tapi, saat jurusan kurang, dilaporkan setelah tiga hari ke provinsi. Maka, provinsi mempersilahkan memasukkan yang gagal dari jurusan lain,” jelasnya.
Bahkan, yang tidak mendaftar pun saat itu bisa diarahkan oleh guru-guru dan berkasnya diserahkan ke, Wasriati Sri Dewi untuk kemudian dilaporkan ke Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah Siantar.
“Dan, resmilah jadi siswa baru walau tidak ada namanya di pengumuman serta ikut masa pengenalan lingkungan sekolah. Kalau soal kutipan terbongkar, karena tidak berbagi,” sebutnya.
Jumlah siswa sisipan pasca pelaksanaan Sistem Penerima Murid Baru (SMPB) Tahun 2026 mencapai puluhan orang yang berasal dari Haranggaol, Dolok Panribuan.
Selain itu, dari Sinaksak, Kecamatan Purba, Sibolga, Pematang Sidamanik, Sidamanik, Panei, Gunung Malela. “Jadi, karena maksen (makan sendiri) makanya muncul riak-riak adanya kutipan,” terangnya.
Terpisah, Wasriati Sri Dewi melalui pesan singkat, Senin (28/9/2026) sekitar jam 11.42 WIB, menyampaikan tidak ada pak,” balasnya.
Sebelumnya, disampaikan SMKN 2 tidak ada menerima siswa jalur belakang pak. “Yang ada optimalisasi pemenuhan daya tampung, dan itu resmi. “Dan tidak hanya sekolah kita, semua sekolah yg masih ada daya tampung juga seperti itu,” jelasnya. (di)















Discussion about this post