PENA24JAM.COM – SIMALUNGUN – Penyisipan jalan nasional dengan di ruas jalan Saribu Dolok-Tiga Runggu, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun dikeluhkan pengendara.
Pasalnya, proyek penyisipan sebagai perawatan jalan nasional dengan cara tambal sulam yang sedang dikerjakan dinilai masyarakat memicu lalu lintas terganggu.

Karena badan jalan yang telah dikeruk belum dilapisi aspal sehingga menggangu aktivitas lalu lintas. Bahkan tanpa papan pemberitahuan atau informasi.
“Pada prinsipnya masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur yang dilakukan namun tidak mengabaikan dampak buruk yang dirasakan masyarakat. Seperti tambal sulam ini, harusnya ada papan pemberitahuan,” jelas seorang warga, Rabu (3/6/2026).
“Kalau tidak seperti ini, kami khawatir akan membahayakan pengendara karena lubang yang menganga akibat pengerukan cukup dalam,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari pengemudi roda empat, Anton (48), yang kerap melintasi jalur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki membuat perjalanan lebih berisiko.
“Kami yang sering melewati jalan ini harus ekstra hati-hati. Kalau terus dibiarkan, bisa memicu kecelakaan yang lebih fatal,” bebernya.
Masyarakat dan pengguna jalan mendesak pihak berwenang agar segera menuntaskan proyek penyisipan jalan rusak.
“Anton berharap ada tindakan cepat dari pemerintah maupun kontraktor proyek untuk menghindari jatuhnya lebih banyak korban akibat kelalaian dalam pengerjaan jalan,”Harapnya. (jun)















Discussion about this post