PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Yang ditampilkan pada laman media sosial Pemerintah Kabupaten Simalungun cuma kunjungan-kunjungan Bupati, H. Anton Achmad Saragih menuai kritikan.
“Yang ditampilkan cuma kunjungan-kunjungan Bupati,” cetus Maraden Sinaga terkait program Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Simalungun, Jumat (22/5/2026) sekitar jam 15.28 WIB.

Sedangkan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya yang berprestasi disebut jarang terlihat ditampilkan. Diminta, konsep usang tersebut harus dirubah.
“Kunjungan ke kecamatan A, kunjungan ke kecamatan B, kunjungan ke Kementerian. Itu-itu saja. OPD lain yang meraih prestasi tidak ditampilkan,” sesal Maraden.
Karena hanya kunjungan-kunjungan Bupati saja ditampilkan. Sebuah pertanyaan disampaikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika saat Rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Simalungun Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin, Crismes Haloho.
“Emang semua suka dengan Bupati?” tanya Maraden yang juga Ketua Komisi II DPRD Simalungun ini seraya menambahkan, belum tentu dan tidak semua memilih itu.
Sebagai perbaikan kedepan, disarankan agar berkoordinasi dengan OPD tentang apa saja prestasi yang berhasil diraih. Untuk kemudian ditampilkan di laman media sosial Pemerintah Kabupaten Simalungun.
“Terus, kalau ada yang protes maupun kritik di medsos, ada baiknya diberikan penjelasan atau klarifikasi maupun tanggapan. Tapi, selama ini justru tidak ada,” tegas Maraden.
Harusnya, ada yang memberikan tanggapan dan mengkounter itu agar tujuan yang diinginkan tercapai. “Kalau seperti ini, hanya kayak orang berjalan saja begitu,” kesal Maraden.
Sementara, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Simalungun, Akbar Siregar menyampaikan, saat ini sudah membuat admin medsos untuk masing-masing OPD.
“Terkait di medsos, Kami sudah mencoba berkoordinasi dengan masing-masing OPD, bagaimana agar masing-masing admin dan telah membuat grup Wa,” katanya.
Akbar menambahkan, langkah-langkah tersebut sudah berjalan dua bulan. Namun, belum lengkap dari semua OPD. “Karena kami belum mengumpulkan semua OPD,” ujarnya.
Harapan dari dibentuknya grup Wa (Whatsapp), lanjut Akbar, masing-masing admin OPD bisa mengirimkan tentang pertanyaan-pertanyaan di media sosial untuk mengkounternya.
“Kemudian, kenapa hanya menampilkan pimpinan. Kami juga sudah mencoba berkolaborasi dengan semua OPD. Mungkin dalam waktu sebulan ini sudah aktif masing-masing medsosnya,” jawabnya. (di)















Discussion about this post