PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Tidak hanya mengalami kutipan sebesar Rp250 ribu yang diserahkan diduga melalui guru berinisial, Mrc, Jumat (8/5/2026).
Belasan guru penerima sertifikasi di SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, juga diminta menandatangani surat pernyataan.

“Datang korwil ke sekolah. Guru-guru penerima sertifikasi diminta menandatangani surat pernyataan,” ungkap seorang tenaga pengajar melalui seluler, Kamis (13/5/2026) sekitar jam 08.30 WIB.
Surat pernyataan tersebut untuk dijadikan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gunung Malela, Hutur Siahaan sebagai dalih bahwa kutipan tidak ada terjadi.
“Padahal, ada sebenarnya kutipan itu. Rp200 ribu untuk kepala sekolah dan Rp50 ribu untuk korwil dengan alasan uang minyak,” jelas tenaga pengajar ini seraya minta namanya dirahasiakan.
Sebelumnya, Koordinator Wilayah Pendidikan Simalungun, Hutur Siahaan saat ditemui di kantornya mengaku surat pernyataan tersebut untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Simalungun jika dipanggil.
“Bukti ke dinas ketika dipanggil, kalau tidak ada kutipan. Itu salam-salam mereka pas monitoring ke sana. Kan ada ujian sekarang kelas 6,” ucap Korwil.
Korwil berdalih, sebagai salam-salam berupa uang di dalam amplop dimaksud diketahui setelah adanya konfirmasi dari wartawan. Dan, diterima dari seorang guru.
“Belum ada dibuka. Setelah ada dari bapak (konfirmasi), barulah kami buka. Jadi, tadi saya sampaikan, dipulangkanlah ini bah kalau begini caranya,” katanya.
Korwil mengatakan, mulanya guru-guru memberikan kepada Kepala SD Negeri 091274 Sahkuda, Esni Dongmaita Magdalena Saragih sebesar Rp200 ribu.
“Jadi, itulah kronologisnya. Disalamkan ibu itu yang hari Jumat. Lalu, dibilanglah hanya sama ibu itu. Kita kasih jugalah ke bapak itu. Itulah pas monitoring disalamkan. Saya pun tidak menyangka,” kata Korwil.
Sementara, Ketua MK3S (Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah), Ruswanto yang turut mendampingi mengatakan, bukan masing-masing. “Cuma 12 orangnya. Ada juga tidak memberikan,” katanya. (di)















Discussion about this post