PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Tak membantah ada menerima uang di dalam amplop yang diserahkan melalui seorang guru perempuan setelah dana sertifikasi cair, Senin (12/5/2026).
“Kebetulan kami monitoring ujian kelas 6 ke sana hari Senin, lalu disalamkan. Ini dari kami pak, kata mereka. Jadi, sebenarnya tidak ada diminta,” ucap Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gunung Malela, Hutur Siahaan.

Ironisnya, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gunung Malela, Hutur Siahaan ini malah berdalih jika uang sebanyak Rp250 ribu dari masing-masing guru setelah dana sertifikasi cair bukan sebuah kutipan.
“Itu bukan kutipan,” ucap Hutur didampingi Ketua MK3S (Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah), Ruswanto saat ditemui di kantornya, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Selasa (13/5/2026) sekitar jam 12.00 WIB.
Jumlah guru yang menerima sertifikasi belum lama ini sebanyak 12 orang. Dan, hanya di SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu. “Bukan masing-masing. Cuma 12 orang. Ada juga yang tidak memberikan,” jelas Ketua MK3S, Ruswanto menimpali.
Selain itu, kepada Kepala SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu, Esni Dongmaita Magdalena Saragih juga ada menerima sebanyak Rp200 ribu dari masing-masing guru.
“Memang tidak ada ku teringati serti. Lalu, disalamkan orang itu sama ku 200 yang hari Jumat. Tapi tidak semua, ada juga juga yang tidak memberikan,” ungkap Hutur menirukan perkataan Esni.
Sementara, Kepala SD Negeri 091274 Sahkuda Bayu, Esni Dongmaita Magdalena Saragih saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (12/5/2026) sekitar jam 14.42 WIB, tidak berbalas.
Diberitakan sebelumnya, setelah dana sertifikasi cair belum lama ini. Dari masing-masing guru SD Negeri di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, dikutip uang.
“250 ribu dikutip dari masing-masing guru,” ungkap seorang tenaga pengajar sembari minta nama dan tempatnya bertugas dihasiakan, Senin (11/5/2026) sekitar jam 10.30 WIB.
Kutipan dari masing-masing guru dilakukan secara bertahap. Pertama, dikutip sebesar Rp200 ribu sekitar tiga hari lalu. Yang kedua, dikutip sebanyak Rp50 ribu.
“Kutipan pertama hari Jumat itu dilakukan. Kalau yang kedua, tadi pagi. Rp50 ribu untuk korwil. Dan, Rp200 ribu jatahnya kepala sekolah,” bebernya.
Selain itu, kutipan pertama tak langsung dilakukan kepala sekolah. Melainkan, melalui seorang guru. “Sama halnya kutipan kedua, gak langsung korwil,” jelasnya.
Selanjutnya, agar tidak bocor ke permukaan. Pengutipan uang terhadap masing-masing guru penerima sertifikasi dilakukan dengan rapi. “Contoh, merahasiakan dari orang dalam yang dicurigai,” katanya.
Sementara, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gunung Malela, Hutur Siahaan melalui pesan singkat, Senin (11/5/2026) sekitar jam 11.59 WIB, menyampaikan Terima kasih infonya .Saya tidak mengetahuinya.
“Ijin Pak Minta Tolong bisa saya tahu di Sekolah mana itu terjadi ? Supaya saya bisa konfirmasi dengan Kepsek dan gurunya.Trimakasih,” balasnya.
Kemudian, disampaikan bahwa tadi pagi kembali dilakukan kutipan untuk jatah korwil? Hutur kembali membalas, Trimakasih infonya Pak.Mohon waktu untuk saya konfirmasi ke Sekolah,” balasnya lagi. (di)















Discussion about this post