PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Tak hanya soal Pasar Modern dan Balairung yang disorot karena menjadi tempat narkoba akibat belum difungsikan meski telah selesai pembangunannya.
Para pedagang yang berjualan pinggir jalan besar, tak jauh dari Pasar Modern juga menjadi sorotan di Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Simalungun Tahun Anggaran 2025.

“Di luaran Pasar Modern atau pinggir jalan besar, jalan baru itu. Masyarakat sekarang sudah seperti tidak tau lagi aturan,” tegas anggota Pansus DPRD Simalungun, Lamhot Samosir.
Alasan yang didapat karena para pedagang membayar. Ironisnya, tidak diketahui kepada siapa selama ini membayarnya. Informasinya, tiap hari dikutip.
“Bayar sebesar Rp20 ribu/stand,” beber Lamhot saat rapat berlangsung dan dipimpin, Crismes Haloho, Selasa (5/5/2026) sekitar jam 16.25 WIB.
Para pedagang yang bayar setiap hari dimaksud, mulai dari Jalan Radjamin Purba belok ke arah Pasar Modern, pada sisi kanan dan kiri. Sampai di teras atau depan rumah warga.
“Ini juga mohon perhatian kita,” papar Lamhot yang tergabung pada Fraksi Golkar ini langsung kepada Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun, Eva Suryati Tambunan.
Selain itu, ketika hari Jumat, sulit melintas dari sana. Dan, kepada yang dikenal, pernah disarankan, tidak melarang untuk berjualan. “Tapi, ketika ada mau mengutip, silahkan lapor,” jelas Lamhot.
Sementara, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun, Eva Suryati Tambunan kepada Pansus menjelaskan, jumlah lods di Pasar Modern yang baru dibangun sebanyak 390.
“Kenapa itu dibangun, karena pada tahun 2024, Kementerian Perdagangan turun ke Kabupaten Simalungun mengenai pasar. Dan, memilih Perdagangan karena melihat pedagangnya berjualan di trotoar,” jelasnya.
Mantan Camat Girsang Sipangan Bolon ini mengatakan, tinggal membagikan lods. Tapi, sampai hari ini belum difungsikan karena di tengah perjalanannya, jumlah pedagang bertambah.
“Mungkin karena dilihat sudah dibangun, mereka berjualan. Sebenarnya, sosialisasi terhadap pedagang yang terkena imbas saat pembangunan sudah dilakukan,” ujarnya. (di)















Discussion about this post