PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Biaya pengadaan gabah di Dinas Ketananan dan Perikanan Kabupaten Simalungun pada Tahun Anggaran 2025 fantastis.
“1 miliar lebih,” ungkap Franky Purba yang kini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kreatif Kabupaten Simalungun ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026) sekitar jam 12.30 WIB.

Ironisnya, soal penyaluran dan penerimaan manfaat gabah (bulir padi) di lapangan yang bersumber dari P-APBD, PPK justru terkesan buang badan.
“Soal bagaimana di lapangan, itu urusan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Pokoknya ada (penerima manfaat gabah),” bilang Franky mantan Kabag Hukum Pemkab Simalungun ini.
Diketahui, sebagai PPTK kala itu, Rapolan Sitio. Dan, Franky Purba selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Plt Kepala Dinas Ketananan dan Perikanan.
“Masa Pak Mudahalam Purba pengusulan anggarannya. Realisasinya baru saya. Kalau tak silap pengadaan gabah itu dilaksanakan akhir tahun 2025,” jelas Franky.
Selain itu, Franky mengaku diuber-uber wartawan akibat pengadaan gabah. “Jadi saya yang diuber-uber. Terpikir juga aku, pasti datang orang lae. Betul ini datang,” ucapnya.
Franky menyebut, Rapolan Sitio selaku PPTK tidak mau lagi menjawab ketika ditelepon. “Waktu itu saya tanya ke PPTK, ada masalah apa. Tapi, sekarang gak mau lagi ngangkat kalau ditelepon,” ujarnya.
Sebelumnya, Rapolan Sitio selaku PPTK dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, tidak berada di kantor. “Ke lapangan,” kata beberapa staf.
Terpisah, Mudahalam Purba saat dikonfirmasi membenarkan dirinya hanya ketika pengusulan anggaran pada P-APBD. “Setelah itu, gak tau aku perkembangannya lae,” ujarnya. (di)















Discussion about this post