PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Bantuan ternak bak milik pribadi. Setelah diterima, Kelompok Tani Simpati VII malah membagi-bagikan kepada anggotanya.
“Dibagi-bagi sama anggota kelompok taninya bantuan ternak itu,” ungkap seorang warga ketika ditemui di seputaran Kecamatan Tanah Jawa, Kamis (12/2/2026) sekitar jam 12.30 WIB.

Ironisnya, Simpati VII yang memperoleh bantuan ternak lembu betina dan calon induk tersebut ternyata tidak memiliki kandang. Padahal, sebelumnya dilakukan verifikasi.
“Kandangnya gak ada. Makanya, dibagi-bagi ke anggotanya. Masing-masing 1 ekor. Harusnya kan dikelola bersama hingga berkembang,” katanya.
Diketahui, bantuan ternak yang disalurkan kepada Kelompok Tani Simpati VII sekitar 14 ekor dari Dinas Pertanian dan Peternakan Simalungun. “Ada juga Kelompok Tani yang lain dapat 14 ekor,” terangnya.
Sementara, Jihan selaku Kelompok Tani Simpati VII ketika dikonfirmasi berulang kali melalui seluler dan pesan singkat, Kamis (12/2/2026) sekitar jam 11.30 WIB, tidak ada jawaban dan tak berbalas.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Simalungun, drH Resna Siboro melalui pesan singkat, Selasa (10/2/2026) sekitar jam 15.50 WIB, menyampaikan membenarkan adanya bantuan ternak disalurkan.
“Kelompok tani Suka Makmur 7 ekor dan dua kelompok tani lainnya 28 ekor. Kalau masalah harga satuannya, maaf bang, saya tidak tau. Itu antara penyedia dan pejabat pengadaan barang,” balasnya.
Resna yang juga sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) ini menyebut penyedia bantuan ternak (pihak ketiga) adalah, CV. Jaras dan CV. Nayla. Sementara, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disebut, Carlos Siboro.
“Kalo alamat lengkapnya kurang tau bang. Nanti lah kulihat di kontrak bang. Kalo asal ternak tanya penyedianya bang. Karena kami hanya menerima ternak sehat bang,” tulisnya.
Menurut Resna, kalau PPTK hanya memberikan spek dan lokasinya. “Kalo ternak dari mana dan harga bukan saya lah bang. Tidak ada yg kututupi bang. Ternak sehat dan sesuai spek kita terima. Dan lokasi sesuai kelompok tani penerima,” terangnya. (di)















Discussion about this post