Pena24jam.com — Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026 resmi digelar di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Sebanyak 59 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan diterjunkan untuk meningkatkan disiplin sekaligus keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.
Operasi tersebut diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Senin (26/10/2026) pagi.

Apel dipimpin Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.H., dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematangsiantar Fidelis Edy Suranta Sembiring, S.STP., bersama sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Dalam arahannya, Dhana menekankan bahwa keselamatan di jalan raya tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Persoalan tersebut dinilai semakin penting menjelang periode Natal dan Tahun Baru, ketika aktivitas serta mobilitas masyarakat biasanya mengalami peningkatan.
Data yang disampaikan dalam apel menunjukkan adanya perkembangan positif dalam penanganan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pematangsiantar. Penegakan hukum lalu lintas tercatat mengalami penurunan 23,4 persen.
Pada periode yang sama, angka kecelakaan lalu lintas juga turun 4 persen. Sementara jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan berkurang 10,4 persen.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian aparat karena kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan dampak luas. Selain korban jiwa dan kerugian material, kecelakaan juga dapat berpengaruh terhadap kondisi sosial serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 di Pematangsiantar berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Sasaran operasi tidak hanya berfokus pada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran. Petugas juga menyasar kendaraan angkutan umum maupun pribadi, kawasan rawan kecelakaan, lokasi yang memiliki tingkat pelanggaran tinggi, serta berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Untuk mengantisipasi pelanggaran, personel diminta melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan serta memperkuat deteksi dini di lapangan.
Pendekatan persuasif juga menjadi bagian dari operasi. Polisi diarahkan untuk meningkatkan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai sarana, mulai dari spanduk, banner, stiker hingga media sosial.
Di lapangan, personel juga diminta mengedepankan sikap profesional dan humanis melalui penerapan prinsip Senyum, Sapa, dan Salam atau 3S.
Ketegasan dalam penegakan aturan tetap harus berjalan, namun diimbangi dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Personel juga diingatkan untuk tidak melakukan pungutan liar, menyalahgunakan kewenangan maupun menunjukkan sikap arogan saat menjalankan tugas.
Operasi Patuh Toba 2026 mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkelanjutan.”
Selain pengarahan pasukan, apel ditandai dengan pemeriksaan kesiapan personel serta penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan petugas oleh Kapolres Pematangsiantar.
Operasi ini diharapkan tidak berhenti pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya tertib berlalu lintas sehingga keselamatan pengguna jalan dapat semakin terjamin, khususnya di wilayah Pematangsiantar dan Sumatera Utara. [*]















Discussion about this post