PENA24JAM.COM, SIMALUNGUN – Sebagai langkah nyata pencegahan bencana sejak dini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan serangkaian kegiatan mitigasi kebencanaan yang menyentuh langsung masyarakat di berbagai wilayah.
Kegiatan ini mencakup tiga pilar utama: penyaluran bibit pohon produktif kepada kelompok tani di kawasan Danau Toba, sosialisasi dan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta pemasangan papan himbauan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Kepala BPBD Kabupaten Simalungun, Ir. Budiman Silalahi, SIP, ST, MSi menjelaskan rincian pelaksanaan kegiatan tersebut di ruang kerjanya, Pematang Raya, Sumatera Utara, pada Senin (5/10/2026).
*Penghijauan Kembali Kawasan Strategis Danau Toba*
Dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi bencana, BPBD Simalungun menyalurkan bibit pohon produktif sebanyak: 5.000 batang bibit Alpukat; 5.000 batang bibit Durian dan 4.000 batang bibit Mahoni. Seluruh bibit tersebut diserahkan kepada kelompok tani (Poktan) yang bergerak di Kawasan Danau Toba.

“Bibit pohon ini kami salurkan kepada dua kelompok tani di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, masing-masing satu kelompok tani di Kecamatan Dolok Pardamean dan Kecamatan Pamatang Sidamanik. Bibit akan ditanam di lahan kehutanan yang telah diserahkan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kepada para kelompok tani,” ungkap Budiman.
Penanaman ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penahan tanah dan air, akan tetapi berguna mencegah longsor serta kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba, tetapi juga menjadi sumber penghasilan jangka panjang bagi masyarakat.
*Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan*
Selain penanaman kembali lahan, BPBD Simalungun juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat di sejumlah kecamatan.
“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa pencegahan bencana sejak dini adalah langkah paling penting untuk mengurangi risiko kerugian, kerusakan lingkungan, hingga jumlah korban jiwa apabila bencana terjadi,” jelas Budiman.

Penyuluhan menyasar untuk pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan, cara pengelolaan lahan yang aman, serta langkah awal yang harus diambil jika menemukan tanda-tanda kebakaran.
*Papan Himbauan di Wilayah Rawan*
Sebagai pengingat berkelanjutan, BPBD juga memasang papan himbauan di kawasan-kawasan yang dinilai paling rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan, meliputi: Kecamatan Girsang Sipangan Bolon; Kecamatan Haranggaol Horisan; Kecamatan Purba; Kecamatan Pamatang Sidamanik; Kecamatan Pamatang Silimahuta; Kecamatan Raya; Kecamatan Raya Kahean; dan Kecamatan Hatonduhan.
“Papan himbauan ini ditempatkan di titik-titik strategis agar masyarakat selalu teringat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran luas,” ujarnya.
*Dukungan Program Nasional dan Harapan Berkelanjutan*
Budiman menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini sekaligus merupakan wujud dukungan Pemkab Simalungun terhadap program pemerintah pusat dalam rangka mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, mengingat masih banyak lahan di wilayah Simalungun yang kondisinya gundul, rusak, maupun tandus akibat penebangan liar dan kebakaran. Lahan-lahan tersebut perlu segera ditanami kembali dengan tanaman produktif maupun pelestarian hutan agar tidak menimbulkan risiko bencana yang lebih besar.
“Kita tidak boleh menunda. Lahan yang kosong dan gundul harus segera dipulihkan agar tercipta lingkungan yang aman, hijau, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Budiman. (ADV Pemkab Simalungun)















Discussion about this post