Pena24jam.com – Upaya menekan angka pengangguran sekaligus mencegah munculnya persoalan sosial terus dilakukan Polrestabes Medan. Salah satunya melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang kini dijalankan bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Melalui program tersebut, sebanyak 191 pencari kerja telah direkrut untuk mengikuti pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

Program Poliran merupakan bagian dari program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pelaksanaannya ditandai dengan kunjungan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak ke BBPVP Medan, Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan itu, terungkap sebanyak 64 peserta telah menyelesaikan pelatihan, sementara 30 peserta lainnya masih mengikuti proses pelatihan.
Pengangguran Dinilai Berkaitan dengan Persoalan Sosial
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan persoalan pengangguran tidak dapat dipandang hanya dari sisi ekonomi. Menurutnya, pengangguran juga dapat berkaitan dengan berbagai persoalan sosial dan keamanan.
“Persoalan besar yang kita hadapi adalah pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan mengurangi pengangguran, kita berharap dapat menekan penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan,” ujar Calvijn.
Ia menjelaskan, Poliran mulai dijalankan sejak 15 Oktober 2026. Jajaran polsek terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap masyarakat yang sedang mencari pekerjaan atau job seeker.
Data tersebut kemudian ditindaklanjuti Polrestabes Medan dengan menggandeng BBPVP Medan dan APINDO. Para pencari kerja direkrut untuk mengikuti pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sekaligus memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 22 Oktober 2026.
MoU itu menjadi dasar kolaborasi dalam proses perekrutan, pelatihan keterampilan, hingga mempersiapkan para peserta agar lebih siap memasuki dunia industri.
191 Pencari Kerja Ikuti Program Pelatihan
Dari 191 pencari kerja yang telah direkrut, sebanyak 94 orang mengikuti pelatihan tahap pertama.
Sebanyak 64 peserta telah menyelesaikan pelatihan, sedangkan 30 peserta lainnya masih menjalani pelatihan. Sementara itu, 97 pencari kerja lainnya telah direkrut untuk mengikuti pelatihan tahap kedua.
Polrestabes Medan selanjutnya menargetkan perekrutan tambahan sebanyak 99 pencari kerja pada tahap ketiga.
Tak berhenti pada pelatihan, Polrestabes Medan juga menyiapkan rencana penyelenggaraan bursa kerja atau job fair. Kegiatan itu nantinya diharapkan dapat mempertemukan para peserta dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kami berharap warga tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki akses untuk memperoleh pekerjaan,” kata Calvijn.
Menurutnya, Poliran menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pendekatan keamanan, kata dia, tidak semata dilakukan melalui penegakan hukum. Kepolisian juga perlu ikut mendorong penyelesaian persoalan sosial yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Program tersebut melengkapi sejumlah program prioritas Polrestabes Medan lainnya, seperti Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pangan, Polisi Peduli Lingkungan, Subuh Keliling, serta berbagai kegiatan sosial dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Kepala BBPVP Medan Amran, ST, mengatakan pelatihan vokasi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis.
Peserta juga dibekali sikap kerja, kedisiplinan, serta kemampuan nonteknis atau soft skill yang menjadi bagian penting dalam menghadapi dunia kerja.
Amran menekankan agar peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan sejak hari pertama hingga selesai. Hal itu dinilai penting agar peserta memiliki peluang lebih besar untuk lulus sekaligus mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Menurutnya, materi pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang penyerapan tenaga kerja.
Dengan pola tersebut, keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di perusahaan, tetapi juga menjadi modal untuk membuka usaha secara mandiri.
“Pelatihan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan peluang dan kebutuhan pasar kerja. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” ujar Amran.
Setelah menyelesaikan pelatihan, lulusan dapat mencari pekerjaan secara mandiri maupun memanfaatkan jaringan yang dimiliki BBPVP Medan dan APINDO.
BBPVP Medan juga tengah menyiapkan pelatihan mekanik melalui kerja sama dengan Indako. Program vokasi tersebut turut diarahkan bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), baik di Kota Medan maupun wilayah Sumatera Utara.
Puluhan Kejuruan Disiapkan untuk Pencari Kerja
BBPVP Medan menyediakan berbagai pilihan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pada bidang kejuruan pariwisata, terdapat sembilan program pelatihan, yakni barista, restaurant attendant, commercial cookery, commis pastry, bakery, housekeeping, front office, spa and therapist, serta tour guide.
Sementara pada kejuruan bangunan tersedia delapan program, meliputi surveyor, AutoCAD, SketchUp, cabinet maker, kriya kayu, Archicad, Revit, dan finishing kayu.
Adapun kejuruan pendukung mencakup enam program, yakni servis sepeda motor konvensional, digital marketing, pengelasan, kelistrikan, Hinode, serta operator forklift.
Kolaborasi antara Polrestabes Medan, BBPVP Medan, dan APINDO diharapkan tidak berhenti pada pemberian pelatihan semata.
Program Poliran ditargetkan mampu menjembatani pencari kerja dengan kebutuhan industri, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja.
Dengan pelatihan berbasis kebutuhan pasar, sertifikasi kompetensi, hingga rencana job fair, sinergi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. [*]















Discussion about this post